Senin, 28 November 2011

Hubungan Ilmu dasar Sosial Dengan Teknik Informatika

A.    LATAR BELAKANG 
 
  Perkembangan dari masa kemasa terjadi sangat dinamis. Dimulai dari zaman batu hingga zaman yang serba canggih seperti saat ini. dinamisnya dinamika masyarakat ini menjadikan masyarakat menjadi objek yang menarik untuk diteliti atau dijadikan kajian suatu disiplin ilmu. Banyak hal yang menarik untuk diamati didalam interaksi sosial dimasyarakat.Salah disiplin ilmu yang mempelajari tentang masyarakat adalah sosiologi.
sosiologi dipelajari mengenai struktur sosial yang ada dimasyarakat, pranata sosial yang ada didalamnya, instraksi sosial yang terjadi serta perubahan sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat. Saat ini ilmu sosiologi sendiri memiliki berberapa jenis antara lain sosiologi hokum, sosiologi industri, sosiologi desa, sosiologi kota, sosiologi pendidikan, sosiologi islam dan masih banyak jenis ilmu sosiologi lainnya. Semua jenis ilmu sosiologi ini muncul seiring dengan dinamika masyarakat karena objek dari disimpin ilmu ini adalah masyarakat itu sendiri.Bahkan saat ini muncul jenis ilmu sosiologi yang baru, seperti sosiologi informasi. Sosiologi informasi muncul seiring dengan ledakan atau dinamika informasi yang terjadi di masyarakat. Dan disadari atau tidak dinamika informasi yang terjadi membawa perubahan bagi masyarakat. Karena objek sosiologi adalah masyarakat dan segala sesuatu yang terjadi dimasyarakat merupakan kajian dari disiplin ilmu ini maka informasi juga perlu dikaji sehingga munculnya sosiologi informasi.

B.   MAKSUD DAN TUJUAN

 Pembahasan seperti ini bermaksud untuk memberitahukan keterkaitan Ilmu sosial dasar dengan Teknik informatika, yang kebetulan adalah jurusan yang saya ambil dalam Perkuliahan. Tujuan dari pembahasan saya adalah antara lain kita dapat mengerti keterkaitan segala hal dari ilmu sosial dasar dengan Teknik informatika yang sekarang ini banyak hal yang keterkaitan antara keduanya berkembang secara dinamis.

TEORI

 Teknik informatika merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer. Transformasi itu berupa proses-proses logika dan sistematika untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga dengan memilih program studi Teknik Informatika, kita menjadi terlatih berpikir secara logis dan sistematis untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apapun.

Seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka program pendidikan pada program studi Teknik Informatika diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan pada kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, menerapkan, serta menciptakan piranti lunak (software) dalam pengolahan dengan komputer. Di samping itu, lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk merencanakan suatu jaringan dan sistem komputer, serta menguasai dasar-dasar ilmu dan tenologi informasi sebagai landasan untuk pengembangan studi lanjutan.


  Menimbang hal di atas, program studi Teknik Informatika bertujuan memenuhi kebutuhan akan SDM yang profesional di bidang teknologi informasi. Selain itu, untuk menjembatani antara kepentingan industri dan masyarakat profesi dengan kepentingan akademik, maka disusunlah kurikulum berbasis kompetensi, dimana selain muatan-muatan inti, diberikan pula muatan-muatan lokal yang mendukung basis pengetahuan terapan dan perekayasaan perangkat lunak. Diharapkan melalui program ini dapat dihasilkan lulusan yang memiliki daya saing, jiwa kewirausahaan, dan memiliki wawasan teknologi informasi yang memadai sehingga tidak gagap ketika tiba waktunya untuk menerapkan ilmunya di masyarakat.


  Saat ini alumni Teknik Informatika telah tersebar di seluruh Indonesia dalam berbagai profesi, seperti dosen, guru, staf TI, wiraswasta, dan bahkan ada yang bekerja di luar negeri. Tempat mereka bekerja juga beraneka ragam, seperti perbankan, industri kertas, pengolahan kayu, serta industri lainnya.

METODOLOGI
  Dalam pembahasan ini saya mengambil dari berbagai sumber di internet, mayoritas dari berbagai blog pribadi seseorang yang kebetulan ada kaitannya dengan ilmu sosial dasar dan teknologi informasi.

D. STUDI KASUS
Orang Bergabung ke Social Networking Bisa Karena Kecewa

  Jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, dan blog mulai booming. Publik kini menggunakan media dan jejaring sosial tidak hanya untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membentuk komunitas dengan orang yang memiliki minat sama dengan mereka yang lahir akibat rasa kecewa.

  Rasa kecewa ini kemudian mereka tuangkan dalam media sosial, apakah itu blog, maupun melalui Twitter, dan kemudian mendapat perhatian dari mereka yang juga memiliki pemikiran yang sama. Salah satu
blogger veteran Indonesia, Enda Nasution, menyebut maraknya pembentukan komunitas lewat dunia cyber ini lahir akibat rasa kecewa.

  "Mereka kecewa dan resah atas banyak hal yang terjadi di negeri ini. Terhadap kondisi politik, hukum, lingkungan, atau sosial-budaya," ujarnya ketika ditemui di sela acara Social Media Festival di FX, Kamis lalu, 22 September 2011.


Rasa kecewa ini kemudian mereka tuangkan dalam media sosial, apakah itu blog, maupun melalui Twitter, dan kemudian mendapat perhatian dari mereka yang juga memiliki pemikiran yang sama.

  "Sebelumnya mereka mungkin berpikir mustahil melakukan perubahan kalau hanya sendirian. Namun, melalui media sosial, mereka mendapat banyak teman sepemikiran. Sehingga, meskipun kecil, mereka yakin bisa melakukan perubahan," ujarnya.

  Tak jarang kumpulan individu dengan fokus yang sama ini kemudian membentuk suatu komunitas yang tidak hanya berkicau di media sosial, namun juga beraksi di dunia nyata. Dalam komunitas seperti ini, mereka menyadari bahwa mereka pun dapat melakukan perubahan kecil dan tidak harus menunggu pemerintah. Melalui komunitas ini kita bisa mengembangkan menjadi gerakan social.


  Latar belakang ini sejalan dengan proses pembentukan beberapa komunitas berbasis media sosial. Indonesia Berkebun,"Internet memberi manfaat yang besar bila kita tahu cara menggunakannya dengan maksimal," ujar Shafiq Pontoh, pegiat Indonesia Berkebun.


Begitu pula dengan komunitas Selamatkan Ibu yang muncul akibat keresahan empat orang dokter muda atas tingginya angka kematian ibu melahirkan. "Mulai dari tweet, sekarang sudah mulai melakukan kegiatan
offline, diskusi, juga seminar," ujar Sekretaris Selamatkan Ibu, Santi Juwita.

 Riuh rendahnya komunitas yang menggunakan media sosial ditanggapi positif oleh Enda. Hanya saja, ujarnya, saat ini belum jelas pemetaan komunitas seperti ini. "Mungkin ada satu bidang yang banyak diurusi komunitas, sementara ada bidang lain yang belum terjamah," katanya. Karena itu, ujar Enda, ke depannya ia berencana untuk membuat pemetaan mengenai komunitas yang juga aktif melalui media sosial

 
PEMBAHASAN
 Melalui studi kasus yang sudah saya baca tadi di atas ternyata teknologi bisa membuat suatu kesatuan dari hal – hal yang berlatar belakang berbeda maksudnya adalah bahwa seperti semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berbeda – beda tetapi satu jua mereka yang memiliki ide dan kesamaan prinsip bisa merangkul menjadi suatu komunitas atas gerakan hati kecil mereka untuk berusaha maju dan independent sesuai dengan visi dan misi mereka tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Permasalahan social yang semakin kompleks dan rumit terutama hubungan antara masyarakat dengan pemerintah yang di sertai rasa kecewa masyarakat atas tindakan pemerintah yang cenderung pasif ingin berbuat lebih terhadap yang membutuhan demi memajukan dan mensejahterakan negeri Indonesia tercinta di berbagai bidang melalui komunitas – komunitas tersebut di sertai pula fasilitas teknologi yang semakin canggih dan merakyat misalnya internet, dan jejaring sosial.

E. KESIMPULAN

1.       Bahwa Ilmu sosial dasar sangat erat dengan dunia Teknik Informatika sehingga dapat membuat jejaring sosial secara online,
2.       Dengan internet bisa bergabung dengan komunitas – komunitas yang ada dengan visi dan misi yang sesuai dengan diri sendiri bisa menjadi ajang silahturami antar anggota,
3.       bisa membantu saudara – saudara yang membutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas melalui kegiatan- kegiatan komunitas,
4.       menjadi ajang saling tukar ilmu antar anggota dan menumbuhkan rasa sosialisasi yang tinggi karena manusia ada makhluk social yang membutuhkan manusia lainnya termasuk juga ilmu.


Sumber dan Referensi:





http://www.ketok.com/

1 komentar: